LEUKEMIA

Ketika sel darah putih mengganas
                                                                 
    Kanker tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Pada anak, jenis kanker yang paling sering ditemukan adalah leukemia atau kanker darah. Kanker ini bisa menyerang bahkan sejak anak dilahirkan. Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar peluang untuk diupayakan kesembuhan.

Kanker merupakan salah satu penyakit paling ditakuti. Ketika seseorang didiagnosis menderita kanker, yang terbayang di benak adalah tingginya biaya pengobatan, rasa nyeri yang luar biasa, hingga bayang-bayang kematian.
Rusfin tidak pernah menyangka anaknya terkena kanker darah. Sepengetahuan ayah dua anak itu, dalam keluarganya maupun keluarga istrinya tidak pernah ada riwayat kanker. Ia dan istrinya juga selalu mengupayakan makanan sehat untuk anak-anaknya.
Dokter spesialis anak Rumah Sakit Kanker Dharmais, Eddy Tehuteru, mengatakan, penyebab kanker sampai sekarang masih misterius. Ia menjelaskan, secara umum, ada dua kelompok besar kanker, yaitu kanker padat dan kanker cair.
Kanker padat tumbuh berupa benjolan yang bisa terjadi di semua organ tubuh. Adapun kanker cair disebut dengan kanker darah (leukemia). Leukemia terjadi ketika sumsum tulang memproduksi sel darah putih (leukosit) secara berlebihan. Sebagian sel darah putih itu berubah sifat menjadi ganas. Akibatnya, sel darah putih yang seharusnya menjadi ”tentara” untuk melindungi tubuh justru menekan trombosit (keping darah) dan eritrosit (sel darah merah).Karena mengalir bersama darah, sel darah putih menyebar termasuk ke otak, gusi, kulit, tulang, hati, limpa, dan testis.Serangan sel darah putih yang mengganas itu bisa dilihat sebagai gejala. Bila kadar eritrosit dalam darah rendah, anak akan terlihat pucat. Gejala lain, anak mengalami demam berulang kali. Sementara itu, kadar trombosit yang rendah menyebabkan perdarahan, baik di kulit, gusi, atau hidung. Trombosit berperan dalam pembekuan darah.”Bila anak memiliki ketiga gejala ini, paling tidak dua gejala, patut dicurigai terkena leukemia,” kata Eddy. Untuk mengonfirmasi, dilakukan cek darah, yaitu mengecek jumlah haemoglobin (pengangkut oksigen dalam sel darah merah), leukosit, dan trombosit.Pada tahap lanjut, ketika sel kanker mulai menyebar ke organ tubuh, anak akan mengalami kejang, gusi bengkak, nyeri tulang, perut membesar karena hatinya rusak dan testis membesar dan keras.Leukemia menduduki urutan tertinggi dari jumlah kasus kanker pada anak. Data kasus di RS Kanker Dharmais menunjukkan, sejak tahun 2006-2010, rata-rata ada 56 kasus kanker pada anak. Dari jumlah itu, kasus yang paling banyak ditemukan adalah leukemia.”Angka ini bukan angka nasional karena kita tidak memiliki data angka kasus di seluruh rumah sakit di Indonesia,” Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) menyebutkan, setiap tahun ada 4.100 anak terkena kanker.Leukemia bisa menyerang anak dari berbagai golongan umur, mulai dari anak balita hingga menjelang dewasa muda, bahkan orang dewasa. Pada anak, leukemia bahkan bisa terjadi sejak anak dilahirkan.Faktor apa saja yang bisa menyebabkan seorang anak terkena leukemia sampai sekarang belum bisa dipastikan. Namun, ada faktor risiko yang menyebabkan seseorang berpeluang terkena leukemia, yaitu faktor genetik dan gaya hidup tidak sehat seperti merokok atau terpapar asap rokok. Kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat, yaitu mengandung bahan kimia, juga meningkatkan risiko anak terkena leukemia.

Lebih baru Lebih lama